1
PERENCANAAN KINERJA
30
28.5
a
Dokumen Perencanaan kinerja telah tersedia
6
AA
"Belum diisi"
"Belum diisi"
"Belum diisi"
6
0
0
0
Kriteria
1
Terdapat pedoman teknis perencanaan kinerja.
2
Terdapat dokumen perencanaan kinerja jangka panjang.
3
Terdapat dokumen perencanaan kinerja jangka menengah.
4
Terdapat dokumen perencanaan kinerja jangka pendek.
5
Terdapat dokumen perencanaan aktivitas yang mendukung kinerja.
6
Terdapat dokumen perencanaan anggaran yang mendukung kinerja.
b
Dokumen Perencanaan kinerja telah memenuhi standar yang baik, yaitu untuk mencapai hasil, dengan ukuran kinerja yang SMART, menggunakan penyelarasan (cascading) disetiap level secara logis, serta memperhatikan kinerja bidang lain (crosscutting)
9
AA
"Belum diisi"
"Belum diisi"
"Belum diisi"
9
0
0
0
Kriteria
1
Dokumen Perencanaan Kinerja telah diformalkan.
2
Dokumen Perencanaan Kinerja telah dipublikasikan tepat waktu.
3
Dokumen Perencanaan Kinerja telah menggambarkan Kebutuhan atas Kinerja sebenarnya yang perlu dicapai.
4
Kualitas Rumusan Hasil (Tujuan/Sasaran) telah jelas menggambarkan kondisi kinerja yang akan dicapai.
5
Ukuran Keberhasilan (Indikator Kinerja) telah memenuhi kriteria SMART.
6
Indikator Kinerja Utama (IKU) telah menggambarkan kondisi Kinerja Utama yang harus dicapai, tertuang secara berkelanjutan (sustainable - tidak sering diganti dalam 1 periode Perencanaan Strategis).
7
Target yang ditetapkan dalam Perencanaan Kinerja dapat dicapai (achievable), menantang, dan realistis.
8
Setiap Dokumen Perencanaan Kinerja menggambarkan hubungan yang berkesinambungan, serta selaras antara Kondisi/Hasil yang akan dicapai di setiap level jabatan (Cascading).
9
Perencanaan kinerja dapat memberikan informasi tentang hubungan kinerja, strategi, kebijakan, bahkan aktivitas antar bidang/dengan tugas dan fungsi lain yang berkaitan (Crosscutting).
10
Setiap unit/satuan kerja merumuskan dan menetapkan Perencanaan Kinerja.
11
Setiap pegawai merumuskan dan menetapkan Perencanaan Kinerja.
c
Perencanaan Kinerja telah dimanfaatkan untuk mewujudkan hasil yang berkesinambungan
15
A
"Belum diisi"
"Belum diisi"
"Belum diisi"
13.5
0
0
0
Kriteria
1
Anggaran yang ditetapkan telah mengacu pada Kinerja yang ingin dicapai.
2
Aktivitas yang dilaksanakan telah mendukung Kinerja yang ingin dicapai.
3
Target yang ditetapkan dalam Perencanaan Kinerja telah dicapai dengan baik, atau setidaknya masih on the right track.
4
Rencana aksi kinerja dapat berjalan dinamis karena capaian kinerja selalu dipantau secara berkala.
5
Terdapat perbaikan/penyempurnaan Dokumen Perencanaan Kinerja yang ditetapkan dari hasil analisis perbaikan kinerja sebelumnya.
6
Terdapat perbaikan/penyempurnaan Dokumen Perencanaan Kinerja dalam mewujudkan kondisi/hasil yang lebih baik.
7
Setiap unit/satuan kerja memahami dan peduli, serta berkomitmen dalam mencapai kinerja yang telah direncanakan.
8
Setiap Pegawai memahami dan peduli, serta berkomitmen dalam mencapai kinerja yang telah direncanakan.
2
PENGUKURAN KINERJA
30
27.6
a
Pengukuran Kinerja telah dilakukan
6
AA
"Belum diisi"
"Belum diisi"
"Belum diisi"
6
0
0
0
Kriteria
1
Terdapat pedoman teknis pengukuran kinerja dan pengumpulan data kinerja.
2
Terdapat Definisi Operasional yang jelas atas kinerja dan cara mengukur indikator kinerja.
3
Terdapat mekanisme yang jelas terhadap pengumpulan data kinerja yang dapat diandalkan.
b
Pengukuran Kinerja telah menjadi kebutuhan dalam mewujudkan Kinerja secara Efektif dan Efisien dan telah dilakukan secara berjenjang dan berkelanjutan
9
A
"Belum diisi"
"Belum diisi"
"Belum diisi"
8.1
0
0
0
Kriteria
1
Pimpinan selalu teribat sebagai pengambil keputusan (Decision Maker) dalam mengukur capaian kinerja.
2
Data kinerja yang dikumpulkan telah relevan untuk mengukur capaian kinerja yang diharapkan.
3
Data kinerja yang dikumpulkan telah mendukung capaian kinerja yang diharapkan.
4
Pengukuran kinerja telah dilakukan secara berkala.
5
Setiap level organisasi melakukan pemantauan atas pengukuran capaian kinerja unit dibawahnya secara berjenjang.
6
Pengumpulan data kinerja telah memanfaatkan Teknologi Informasi (Aplikasi).
7
Pengukuran capaian kinerja telah memanfaatkan Teknologi Informasi (Aplikasi).
c
Pengukuran Kinerja telah dijadikan dasar dalam pemberian Reward dan Punishment, serta penyesuaian strategi dalam mencapai kinerja yang efektif dan efisien
15
A
"Belum diisi"
"Belum diisi"
"Belum diisi"
13.5
0
0
0
Kriteria
1
Pengukuran Kinerja telah menjadi dasar dalam penyesuaian (pemberian/pengurangan) tunjangan kinerja/penghasilan.
2
Pengukuran Kinerja telah menjadi dasar dalam penempatan/penghapusan Jabatan baik struktural maupun fungsional.
3
Pengukuran kinerja telah mempengaruhi penyesuaian (Refocusing) Organisasi.
4
Pengukuran kinerja telah mempengaruhi penyesuaian Strategi dalam mencapai kinerja.
5
Pengukuran kinerja telah mempengaruhi penyesuaian Kebijakan dalam mencapai kinerja.
6
Pengukuran kinerja telah mempengaruhi penyesuaian Aktivitas dalam mencapai kinerja.
7
Pengukuran kinerja telah mempengaruhi penyesuaian Anggaran dalam mencapai kinerja.
8
Terdapat efisiensi atas penggunaan anggaran dalam mencapai kinerja.
9
Setiap unit/satuan kerja memahami dan peduli atas hasil pengukuran kinerja.
10
Setiap pegawai memahami dan peduli atas hasil pengukuran kinerja.
3
PELAPORAN KINERJA
15
9.3
a
Terdapat Dokumen Laporan yang menggambarkan Kinerja
3
B
"Belum diisi"
"Belum diisi"
"Belum diisi"
2.1
0
0
0
Kriteria
1
Dokumen Laporan Kinerja telah disusun.
2
Dokumen Laporan Kinerja telah disusun secara berkala.
3
Dokumen Laporan Kinerja telah diformalkan.
4
Dokumen Laporan Kinerja telah direview.
5
Dokumen Laporan Kinerja telah dipublikasikan.
6
Dokumen Laporan Kinerja telah disampaikan tepat waktu.
b
Dokumen Laporan Kinerja telah memenuhi Standar menggambarkan Kualitas atas Pencapaian Kinerja, informasi keberhasilan/kegagalan kinerja serta upaya perbaikan/penyempurnaannya
4.5
CC
"Belum diisi"
"Belum diisi"
"Belum diisi"
2.7
0
0
0
Kriteria
1
Dokumen Laporan Kinerja disusun secara berkualitas sesuai dengan standar.
2
Dokumen Laporan Kinerja telah mengungkap seluruh informasi tentang pencapaian kinerja.
3
Dokumen Laporan Kinerja telah menginfokan perbandingan realisasi kinerja dengan target tahunan.
4
Dokumen Laporan Kinerja telah menginfokan perbandingan realisasi kinerja dengan target jangka menengah.
5
Dokumen Laporan Kinerja telah menginfokan perbandingan realisasi kinerja dengan realisasi kinerja tahun-tahun sebelumnya.
6
Dokumen Laporan Kinerja telah menginfokan perbandingan realisasi kinerja dengan realiasi kinerja di level nasional/internasional (Benchmark Kinerja).
7
Dokumen Laporan Kinerja telah menginfokan kualitas atas capaian kinerja beserta upaya nyata dan/atau hambatannya.
8
Dokumen Laporan Kinerja telah menginfokan efisiensi atas penggunaan sumber daya dalam mencapai kinerja.
9
Dokumen Laporan Kinerja telah menginfokan upaya perbaikan dan penyempurnaan kinerja ke depan (Rekomendasi perbaikan kinerja).
c
Pelaporan Kinerja telah memberikan dampak yang besar dalam penyesuaian strategi/kebijakan dalam mencapai kinerja berikutnya
7.5
CC
"Belum diisi"
"Belum diisi"
"Belum diisi"
4.5
0
0
0
Kriteria
1
Informasi dalam laporan kinerja selalu menjadi perhatian utama pimpinan (Bertanggung Jawab).
2
Penyajian informasi dalam laporan kinerja menjadi kepedulian seluruh pegawai.
3
Informasi dalam laporan kinerja berkala telah digunakan dalam penyesuaian aktivitas untuk mencapai kinerja.
4
Informasi dalam laporan kinerja berkala telah digunakan dalam penyesuaian penggunaan anggaran untuk mencapai kinerja.
5
Informasi dalam laporan kinerja telah digunakan dalam evaluasi pencapaian keberhasilan kinerja.
6
Informasi dalam laporan kinerja telah digunakan dalam penyesuaian perencanaan kinerja yang akan dihadapi berikutnya.
7
Informasi dalam laporan kinerja selalu mempengaruhi perubahan budaya kinerja organisasi.
4
EVALUASI AKUNTABILITAS KINERJA INTERNAL
25
20.5
a
Evaluasi Akuntabilitas Kinerja Internal telah dilaksanakan
5
BB
"Belum diisi"
"Belum diisi"
"Belum diisi"
4
0
0
0
Kriteria
1
Terdapat pedoman teknis Evaluasi Akuntabilitas Kinerja Internal.
2
Evaluasi Akuntabilitas Kinerja Internal telah dilaksanakan pada seluruh unit kerja/perangkat daerah.
3
Evaluasi Akuntabilitas Kinerja Internal telah dilaksanakan secara berjenjang.
b
Evaluasi Akuntabilitas Kinerja Internal telah dilaksanakan secara berkualitas dengan Sumber Daya yang memadai
7.5
B
"Belum diisi"
"Belum diisi"
"Belum diisi"
5.25
0
0
0
Kriteria
1
Evaluasi Akuntabilitas Kinerja Internal telah dilaksanakan sesuai standar.
2
Evaluasi Akuntabilitas Kinerja Internal telah dilaksanakan oleh SDM yang memadai.
3
Evaluasi Akuntabilitas Kinerja Internal telah dilaksanakan dengan pendalaman yang memadai.
4
Evaluasi Akuntabilitas Kinerja Internal telah dilaksanakan pada seluruh unit kerja/perangkat daerah.
5
Evaluasi Akuntabilitas Kinerja Internal telah dilaksanakan menggunakan Teknologi Informasi (Aplikasi).
c
Implementasi SAKIP telah meningkat karena evaluasi Akuntabilitas Kinerja Internal sehingga memberikan kesan yang nyata (dampak) dalam efektifitas dan efisiensi Kinerja
12.5
A
"Belum diisi"
"Belum diisi"
"Belum diisi"
11.25
0
0
0
Kriteria
1
Seluruh rekomendasi atas hasil evaluasi akuntablitas kinerja internal telah ditindaklanjuti.
2
Telah terjadi peningkatan implementasi SAKIP dengan melaksanakan tindak lanjut atas rerkomendasi hasil evaluasi akuntablitas Kinerja internal.
3
Hasil Evaluasi Akuntabilitas Kinerja Internal telah dimanfaatkan untuk perbaikan dan peningkatan akuntabilitas kinerja.
4
Hasil dari Evaluasi Akuntabilitas Kinerja Internal telah dimanfaatkan dalam mendukung efektifitas dan efisiensi kinerja.
5
Telah terjadi perbaikan dan peningkatan kinerja dengan memanfaatkan hasil evaluasi akuntablitas kinerja internal.
5
PERENCANAAN KINERJA
30
0
a
Dokumen Perencanaan kinerja telah tersedia
6
AA
"Belum diisi"
"Belum diisi"
"Belum diisi"
6
0
0
0
Kriteria
1
Terdapat pedoman teknis perencanaan kinerja.
2
Terdapat dokumen perencanaan kinerja jangka panjang.
3
Terdapat dokumen perencanaan kinerja jangka menengah.
4
Terdapat dokumen perencanaan kinerja jangka pendek.
5
Terdapat dokumen perencanaan aktivitas yang mendukung kinerja.
6
Terdapat dokumen perencanaan anggaran yang mendukung kinerja.
b
Dokumen Perencanaan kinerja telah memenuhi standar yang baik, yaitu untuk mencapai hasil, dengan ukuran kinerja yang SMART, menggunakan penyelarasan (cascading) disetiap level secara logis, serta memperhatikan kinerja bidang lain (crosscutting)
9
AA
"Belum diisi"
"Belum diisi"
"Belum diisi"
9
0
0
0
Kriteria
1
Dokumen Perencanaan Kinerja telah diformalkan.
2
Dokumen Perencanaan Kinerja telah dipublikasikan tepat waktu.
3
Dokumen Perencanaan Kinerja telah menggambarkan Kebutuhan atas Kinerja sebenarnya yang perlu dicapai.
4
Kualitas Rumusan Hasil (Tujuan/Sasaran) telah jelas menggambarkan kondisi kinerja yang akan dicapai.
5
Ukuran Keberhasilan (Indikator Kinerja) telah memenuhi kriteria SMART.
6
Indikator Kinerja Utama (IKU) telah menggambarkan kondisi Kinerja Utama yang harus dicapai, tertuang secara berkelanjutan (sustainable - tidak sering diganti dalam 1 periode Perencanaan Strategis).
7
Target yang ditetapkan dalam Perencanaan Kinerja dapat dicapai (achievable), menantang, dan realistis.
8
Setiap Dokumen Perencanaan Kinerja menggambarkan hubungan yang berkesinambungan, serta selaras antara Kondisi/Hasil yang akan dicapai di setiap level jabatan (Cascading).
9
Perencanaan kinerja dapat memberikan informasi tentang hubungan kinerja, strategi, kebijakan, bahkan aktivitas antar bidang/dengan tugas dan fungsi lain yang berkaitan (Crosscutting).
10
Setiap unit/satuan kerja merumuskan dan menetapkan Perencanaan Kinerja.
11
Setiap pegawai merumuskan dan menetapkan Perencanaan Kinerja.
c
Perencanaan Kinerja telah dimanfaatkan untuk mewujudkan hasil yang berkesinambungan
15
A
"Belum diisi"
"Belum diisi"
"Belum diisi"
13.5
0
0
0
Kriteria
1
Anggaran yang ditetapkan telah mengacu pada Kinerja yang ingin dicapai.
2
Aktivitas yang dilaksanakan telah mendukung Kinerja yang ingin dicapai.
3
Target yang ditetapkan dalam Perencanaan Kinerja telah dicapai dengan baik, atau setidaknya masih on the right track.
4
Rencana aksi kinerja dapat berjalan dinamis karena capaian kinerja selalu dipantau secara berkala.
5
Terdapat perbaikan/penyempurnaan Dokumen Perencanaan Kinerja yang ditetapkan dari hasil analisis perbaikan kinerja sebelumnya.
6
Terdapat perbaikan/penyempurnaan Dokumen Perencanaan Kinerja dalam mewujudkan kondisi/hasil yang lebih baik.
7
Setiap unit/satuan kerja memahami dan peduli, serta berkomitmen dalam mencapai kinerja yang telah direncanakan.
8
Setiap Pegawai memahami dan peduli, serta berkomitmen dalam mencapai kinerja yang telah direncanakan.
6
PENGUKURAN KINERJA
30
0
a
Pengukuran Kinerja telah dilakukan
6
AA
"Belum diisi"
"Belum diisi"
"Belum diisi"
6
0
0
0
Kriteria
1
Terdapat pedoman teknis pengukuran kinerja dan pengumpulan data kinerja.
2
Terdapat Definisi Operasional yang jelas atas kinerja dan cara mengukur indikator kinerja.
3
Terdapat mekanisme yang jelas terhadap pengumpulan data kinerja yang dapat diandalkan.
b
Pengukuran Kinerja telah menjadi kebutuhan dalam mewujudkan Kinerja secara Efektif dan Efisien dan telah dilakukan secara berjenjang dan berkelanjutan
9
A
"Belum diisi"
"Belum diisi"
"Belum diisi"
8.1
0
0
0
Kriteria
1
Pimpinan selalu teribat sebagai pengambil keputusan (Decision Maker) dalam mengukur capaian kinerja.
2
Data kinerja yang dikumpulkan telah relevan untuk mengukur capaian kinerja yang diharapkan.
3
Data kinerja yang dikumpulkan telah mendukung capaian kinerja yang diharapkan.
4
Pengukuran kinerja telah dilakukan secara berkala.
5
Setiap level organisasi melakukan pemantauan atas pengukuran capaian kinerja unit dibawahnya secara berjenjang.
6
Pengumpulan data kinerja telah memanfaatkan Teknologi Informasi (Aplikasi).
7
Pengukuran capaian kinerja telah memanfaatkan Teknologi Informasi (Aplikasi).
c
Pengukuran Kinerja telah dijadikan dasar dalam pemberian Reward dan Punishment, serta penyesuaian strategi dalam mencapai kinerja yang efektif dan efisien
15
A
"Belum diisi"
"Belum diisi"
"Belum diisi"
13.5
0
0
0
Kriteria
1
Pengukuran Kinerja telah menjadi dasar dalam penyesuaian (pemberian/pengurangan) tunjangan kinerja/penghasilan.
2
Pengukuran Kinerja telah menjadi dasar dalam penempatan/penghapusan Jabatan baik struktural maupun fungsional.
3
Pengukuran kinerja telah mempengaruhi penyesuaian (Refocusing) Organisasi.
4
Pengukuran kinerja telah mempengaruhi penyesuaian Strategi dalam mencapai kinerja.
5
Pengukuran kinerja telah mempengaruhi penyesuaian Kebijakan dalam mencapai kinerja.
6
Pengukuran kinerja telah mempengaruhi penyesuaian Aktivitas dalam mencapai kinerja.
7
Pengukuran kinerja telah mempengaruhi penyesuaian Anggaran dalam mencapai kinerja.
8
Terdapat efisiensi atas penggunaan anggaran dalam mencapai kinerja.
9
Setiap unit/satuan kerja memahami dan peduli atas hasil pengukuran kinerja.
10
Setiap pegawai memahami dan peduli atas hasil pengukuran kinerja.
7
PELAPORAN KINERJA
15
0
a
Terdapat Dokumen Laporan yang menggambarkan Kinerja
3
B
"Belum diisi"
"Belum diisi"
"Belum diisi"
2.1
0
0
0
Kriteria
1
Dokumen Laporan Kinerja telah disusun.
2
Dokumen Laporan Kinerja telah disusun secara berkala.
3
Dokumen Laporan Kinerja telah diformalkan.
4
Dokumen Laporan Kinerja telah direview.
5
Dokumen Laporan Kinerja telah dipublikasikan.
6
Dokumen Laporan Kinerja telah disampaikan tepat waktu.
b
Dokumen Laporan Kinerja telah memenuhi Standar menggambarkan Kualitas atas Pencapaian Kinerja, informasi keberhasilan/kegagalan kinerja serta upaya perbaikan/penyempurnaannya
4.5
CC
"Belum diisi"
"Belum diisi"
"Belum diisi"
2.7
0
0
0
Kriteria
1
Dokumen Laporan Kinerja disusun secara berkualitas sesuai dengan standar.
2
Dokumen Laporan Kinerja telah mengungkap seluruh informasi tentang pencapaian kinerja.
3
Dokumen Laporan Kinerja telah menginfokan perbandingan realisasi kinerja dengan target tahunan.
4
Dokumen Laporan Kinerja telah menginfokan perbandingan realisasi kinerja dengan target jangka menengah.
5
Dokumen Laporan Kinerja telah menginfokan perbandingan realisasi kinerja dengan realisasi kinerja tahun-tahun sebelumnya.
6
Dokumen Laporan Kinerja telah menginfokan perbandingan realisasi kinerja dengan realiasi kinerja di level nasional/internasional (Benchmark Kinerja).
7
Dokumen Laporan Kinerja telah menginfokan kualitas atas capaian kinerja beserta upaya nyata dan/atau hambatannya.
8
Dokumen Laporan Kinerja telah menginfokan efisiensi atas penggunaan sumber daya dalam mencapai kinerja.
9
Dokumen Laporan Kinerja telah menginfokan upaya perbaikan dan penyempurnaan kinerja ke depan (Rekomendasi perbaikan kinerja).
c
Pelaporan Kinerja telah memberikan dampak yang besar dalam penyesuaian strategi/kebijakan dalam mencapai kinerja berikutnya
7.5
CC
"Belum diisi"
"Belum diisi"
"Belum diisi"
4.5
0
0
0
Kriteria
1
Informasi dalam laporan kinerja selalu menjadi perhatian utama pimpinan (Bertanggung Jawab).
2
Penyajian informasi dalam laporan kinerja menjadi kepedulian seluruh pegawai.
3
Informasi dalam laporan kinerja berkala telah digunakan dalam penyesuaian aktivitas untuk mencapai kinerja.
4
Informasi dalam laporan kinerja berkala telah digunakan dalam penyesuaian penggunaan anggaran untuk mencapai kinerja.
5
Informasi dalam laporan kinerja telah digunakan dalam evaluasi pencapaian keberhasilan kinerja.
6
Informasi dalam laporan kinerja telah digunakan dalam penyesuaian perencanaan kinerja yang akan dihadapi berikutnya.
7
Informasi dalam laporan kinerja selalu mempengaruhi perubahan budaya kinerja organisasi.
8
EVALUASI AKUNTABILITAS KINERJA INTERNAL
25
0
a
Evaluasi Akuntabilitas Kinerja Internal telah dilaksanakan
5
BB
"Belum diisi"
"Belum diisi"
"Belum diisi"
4
0
0
0
Kriteria
1
Terdapat pedoman teknis Evaluasi Akuntabilitas Kinerja Internal.
2
Evaluasi Akuntabilitas Kinerja Internal telah dilaksanakan pada seluruh unit kerja/perangkat daerah.
3
Evaluasi Akuntabilitas Kinerja Internal telah dilaksanakan secara berjenjang.
b
Evaluasi Akuntabilitas Kinerja Internal telah dilaksanakan secara berkualitas dengan Sumber Daya yang memadai
7.5
B
"Belum diisi"
"Belum diisi"
"Belum diisi"
5.25
0
0
0
Kriteria
1
Evaluasi Akuntabilitas Kinerja Internal telah dilaksanakan sesuai standar.
2
Evaluasi Akuntabilitas Kinerja Internal telah dilaksanakan oleh SDM yang memadai.
3
Evaluasi Akuntabilitas Kinerja Internal telah dilaksanakan dengan pendalaman yang memadai.
4
Evaluasi Akuntabilitas Kinerja Internal telah dilaksanakan pada seluruh unit kerja/perangkat daerah.
5
Evaluasi Akuntabilitas Kinerja Internal telah dilaksanakan menggunakan Teknologi Informasi (Aplikasi).
c
Implementasi SAKIP telah meningkat karena evaluasi Akuntabilitas Kinerja Internal sehingga memberikan kesan yang nyata (dampak) dalam efektifitas dan efisiensi Kinerja
12.5
A
"Belum diisi"
"Belum diisi"
"Belum diisi"
11.25
0
0
0
Kriteria
1
Seluruh rekomendasi atas hasil evaluasi akuntablitas kinerja internal telah ditindaklanjuti.
2
Telah terjadi peningkatan implementasi SAKIP dengan melaksanakan tindak lanjut atas rerkomendasi hasil evaluasi akuntablitas Kinerja internal.
3
Hasil Evaluasi Akuntabilitas Kinerja Internal telah dimanfaatkan untuk perbaikan dan peningkatan akuntabilitas kinerja.
4
Hasil dari Evaluasi Akuntabilitas Kinerja Internal telah dimanfaatkan dalam mendukung efektifitas dan efisiensi kinerja.
5
Telah terjadi perbaikan dan peningkatan kinerja dengan memanfaatkan hasil evaluasi akuntablitas kinerja internal.
9
PERENCANAAN KINERJA
30
0
a
Dokumen Perencanaan kinerja telah tersedia
6
AA
"Belum diisi"
"Belum diisi"
"Belum diisi"
6
0
0
0
Kriteria
1
Terdapat pedoman teknis perencanaan kinerja.
2
Terdapat dokumen perencanaan kinerja jangka panjang.
3
Terdapat dokumen perencanaan kinerja jangka menengah.
4
Terdapat dokumen perencanaan kinerja jangka pendek.
5
Terdapat dokumen perencanaan aktivitas yang mendukung kinerja.
6
Terdapat dokumen perencanaan anggaran yang mendukung kinerja.
b
Dokumen Perencanaan kinerja telah memenuhi standar yang baik, yaitu untuk mencapai hasil, dengan ukuran kinerja yang SMART, menggunakan penyelarasan (cascading) disetiap level secara logis, serta memperhatikan kinerja bidang lain (crosscutting)
9
AA
"Belum diisi"
"Belum diisi"
"Belum diisi"
9
0
0
0
Kriteria
1
Dokumen Perencanaan Kinerja telah diformalkan.
2
Dokumen Perencanaan Kinerja telah dipublikasikan tepat waktu.
3
Dokumen Perencanaan Kinerja telah menggambarkan Kebutuhan atas Kinerja sebenarnya yang perlu dicapai.
4
Kualitas Rumusan Hasil (Tujuan/Sasaran) telah jelas menggambarkan kondisi kinerja yang akan dicapai.
5
Ukuran Keberhasilan (Indikator Kinerja) telah memenuhi kriteria SMART.
6
Indikator Kinerja Utama (IKU) telah menggambarkan kondisi Kinerja Utama yang harus dicapai, tertuang secara berkelanjutan (sustainable - tidak sering diganti dalam 1 periode Perencanaan Strategis).
7
Target yang ditetapkan dalam Perencanaan Kinerja dapat dicapai (achievable), menantang, dan realistis.
8
Setiap Dokumen Perencanaan Kinerja menggambarkan hubungan yang berkesinambungan, serta selaras antara Kondisi/Hasil yang akan dicapai di setiap level jabatan (Cascading).
9
Perencanaan kinerja dapat memberikan informasi tentang hubungan kinerja, strategi, kebijakan, bahkan aktivitas antar bidang/dengan tugas dan fungsi lain yang berkaitan (Crosscutting).
10
Setiap unit/satuan kerja merumuskan dan menetapkan Perencanaan Kinerja.
11
Setiap pegawai merumuskan dan menetapkan Perencanaan Kinerja.
c
Perencanaan Kinerja telah dimanfaatkan untuk mewujudkan hasil yang berkesinambungan
15
A
"Belum diisi"
"Belum diisi"
"Belum diisi"
13.5
0
0
0
Kriteria
1
Anggaran yang ditetapkan telah mengacu pada Kinerja yang ingin dicapai.
2
Aktivitas yang dilaksanakan telah mendukung Kinerja yang ingin dicapai.
3
Target yang ditetapkan dalam Perencanaan Kinerja telah dicapai dengan baik, atau setidaknya masih on the right track.
4
Rencana aksi kinerja dapat berjalan dinamis karena capaian kinerja selalu dipantau secara berkala.
5
Terdapat perbaikan/penyempurnaan Dokumen Perencanaan Kinerja yang ditetapkan dari hasil analisis perbaikan kinerja sebelumnya.
6
Terdapat perbaikan/penyempurnaan Dokumen Perencanaan Kinerja dalam mewujudkan kondisi/hasil yang lebih baik.
7
Setiap unit/satuan kerja memahami dan peduli, serta berkomitmen dalam mencapai kinerja yang telah direncanakan.
8
Setiap Pegawai memahami dan peduli, serta berkomitmen dalam mencapai kinerja yang telah direncanakan.
10
PENGUKURAN KINERJA
30
0
a
Pengukuran Kinerja telah dilakukan
6
AA
"Belum diisi"
"Belum diisi"
"Belum diisi"
6
0
0
0
Kriteria
1
Terdapat pedoman teknis pengukuran kinerja dan pengumpulan data kinerja.
2
Terdapat Definisi Operasional yang jelas atas kinerja dan cara mengukur indikator kinerja.
3
Terdapat mekanisme yang jelas terhadap pengumpulan data kinerja yang dapat diandalkan.
b
Pengukuran Kinerja telah menjadi kebutuhan dalam mewujudkan Kinerja secara Efektif dan Efisien dan telah dilakukan secara berjenjang dan berkelanjutan
9
A
"Belum diisi"
"Belum diisi"
"Belum diisi"
8.1
0
0
0
Kriteria
1
Pimpinan selalu teribat sebagai pengambil keputusan (Decision Maker) dalam mengukur capaian kinerja.
2
Data kinerja yang dikumpulkan telah relevan untuk mengukur capaian kinerja yang diharapkan.
3
Data kinerja yang dikumpulkan telah mendukung capaian kinerja yang diharapkan.
4
Pengukuran kinerja telah dilakukan secara berkala.
5
Setiap level organisasi melakukan pemantauan atas pengukuran capaian kinerja unit dibawahnya secara berjenjang.
6
Pengumpulan data kinerja telah memanfaatkan Teknologi Informasi (Aplikasi).
7
Pengukuran capaian kinerja telah memanfaatkan Teknologi Informasi (Aplikasi).
c
Pengukuran Kinerja telah dijadikan dasar dalam pemberian Reward dan Punishment, serta penyesuaian strategi dalam mencapai kinerja yang efektif dan efisien
15
A
"Belum diisi"
"Belum diisi"
"Belum diisi"
13.5
0
0
0
Kriteria
1
Pengukuran Kinerja telah menjadi dasar dalam penyesuaian (pemberian/pengurangan) tunjangan kinerja/penghasilan.
2
Pengukuran Kinerja telah menjadi dasar dalam penempatan/penghapusan Jabatan baik struktural maupun fungsional.
3
Pengukuran kinerja telah mempengaruhi penyesuaian (Refocusing) Organisasi.
4
Pengukuran kinerja telah mempengaruhi penyesuaian Strategi dalam mencapai kinerja.
5
Pengukuran kinerja telah mempengaruhi penyesuaian Kebijakan dalam mencapai kinerja.
6
Pengukuran kinerja telah mempengaruhi penyesuaian Aktivitas dalam mencapai kinerja.
7
Pengukuran kinerja telah mempengaruhi penyesuaian Anggaran dalam mencapai kinerja.
8
Terdapat efisiensi atas penggunaan anggaran dalam mencapai kinerja.
9
Setiap unit/satuan kerja memahami dan peduli atas hasil pengukuran kinerja.
10
Setiap pegawai memahami dan peduli atas hasil pengukuran kinerja.
11
PELAPORAN KINERJA
15
0
a
Terdapat Dokumen Laporan yang menggambarkan Kinerja
3
B
"Belum diisi"
"Belum diisi"
"Belum diisi"
2.1
0
0
0
Kriteria
1
Dokumen Laporan Kinerja telah disusun.
2
Dokumen Laporan Kinerja telah disusun secara berkala.
3
Dokumen Laporan Kinerja telah diformalkan.
4
Dokumen Laporan Kinerja telah direview.
5
Dokumen Laporan Kinerja telah dipublikasikan.
6
Dokumen Laporan Kinerja telah disampaikan tepat waktu.
b
Dokumen Laporan Kinerja telah memenuhi Standar menggambarkan Kualitas atas Pencapaian Kinerja, informasi keberhasilan/kegagalan kinerja serta upaya perbaikan/penyempurnaannya
4.5
CC
"Belum diisi"
"Belum diisi"
"Belum diisi"
2.7
0
0
0
Kriteria
1
Dokumen Laporan Kinerja disusun secara berkualitas sesuai dengan standar.
2
Dokumen Laporan Kinerja telah mengungkap seluruh informasi tentang pencapaian kinerja.
3
Dokumen Laporan Kinerja telah menginfokan perbandingan realisasi kinerja dengan target tahunan.
4
Dokumen Laporan Kinerja telah menginfokan perbandingan realisasi kinerja dengan target jangka menengah.
5
Dokumen Laporan Kinerja telah menginfokan perbandingan realisasi kinerja dengan realisasi kinerja tahun-tahun sebelumnya.
6
Dokumen Laporan Kinerja telah menginfokan perbandingan realisasi kinerja dengan realiasi kinerja di level nasional/internasional (Benchmark Kinerja).
7
Dokumen Laporan Kinerja telah menginfokan kualitas atas capaian kinerja beserta upaya nyata dan/atau hambatannya.
8
Dokumen Laporan Kinerja telah menginfokan efisiensi atas penggunaan sumber daya dalam mencapai kinerja.
9
Dokumen Laporan Kinerja telah menginfokan upaya perbaikan dan penyempurnaan kinerja ke depan (Rekomendasi perbaikan kinerja).
c
Pelaporan Kinerja telah memberikan dampak yang besar dalam penyesuaian strategi/kebijakan dalam mencapai kinerja berikutnya
7.5
CC
"Belum diisi"
"Belum diisi"
"Belum diisi"
4.5
0
0
0
Kriteria
1
Informasi dalam laporan kinerja selalu menjadi perhatian utama pimpinan (Bertanggung Jawab).
2
Penyajian informasi dalam laporan kinerja menjadi kepedulian seluruh pegawai.
3
Informasi dalam laporan kinerja berkala telah digunakan dalam penyesuaian aktivitas untuk mencapai kinerja.
4
Informasi dalam laporan kinerja berkala telah digunakan dalam penyesuaian penggunaan anggaran untuk mencapai kinerja.
5
Informasi dalam laporan kinerja telah digunakan dalam evaluasi pencapaian keberhasilan kinerja.
6
Informasi dalam laporan kinerja telah digunakan dalam penyesuaian perencanaan kinerja yang akan dihadapi berikutnya.
7
Informasi dalam laporan kinerja selalu mempengaruhi perubahan budaya kinerja organisasi.
12
EVALUASI AKUNTABILITAS KINERJA INTERNAL
25
0
a
Evaluasi Akuntabilitas Kinerja Internal telah dilaksanakan
5
BB
"Belum diisi"
"Belum diisi"
"Belum diisi"
4
0
0
0
Kriteria
1
Terdapat pedoman teknis Evaluasi Akuntabilitas Kinerja Internal.
2
Evaluasi Akuntabilitas Kinerja Internal telah dilaksanakan pada seluruh unit kerja/perangkat daerah.
3
Evaluasi Akuntabilitas Kinerja Internal telah dilaksanakan secara berjenjang.
b
Evaluasi Akuntabilitas Kinerja Internal telah dilaksanakan secara berkualitas dengan Sumber Daya yang memadai
7.5
B
"Belum diisi"
"Belum diisi"
"Belum diisi"
5.25
0
0
0
Kriteria
1
Evaluasi Akuntabilitas Kinerja Internal telah dilaksanakan sesuai standar.
2
Evaluasi Akuntabilitas Kinerja Internal telah dilaksanakan oleh SDM yang memadai.
3
Evaluasi Akuntabilitas Kinerja Internal telah dilaksanakan dengan pendalaman yang memadai.
4
Evaluasi Akuntabilitas Kinerja Internal telah dilaksanakan pada seluruh unit kerja/perangkat daerah.
5
Evaluasi Akuntabilitas Kinerja Internal telah dilaksanakan menggunakan Teknologi Informasi (Aplikasi).
c
Implementasi SAKIP telah meningkat karena evaluasi Akuntabilitas Kinerja Internal sehingga memberikan kesan yang nyata (dampak) dalam efektifitas dan efisiensi Kinerja
12.5
A
"Belum diisi"
"Belum diisi"
"Belum diisi"
11.25
0
0
0
Kriteria
1
Seluruh rekomendasi atas hasil evaluasi akuntablitas kinerja internal telah ditindaklanjuti.
2
Telah terjadi peningkatan implementasi SAKIP dengan melaksanakan tindak lanjut atas rerkomendasi hasil evaluasi akuntablitas Kinerja internal.
3
Hasil Evaluasi Akuntabilitas Kinerja Internal telah dimanfaatkan untuk perbaikan dan peningkatan akuntabilitas kinerja.
4
Hasil dari Evaluasi Akuntabilitas Kinerja Internal telah dimanfaatkan dalam mendukung efektifitas dan efisiensi kinerja.
5
Telah terjadi perbaikan dan peningkatan kinerja dengan memanfaatkan hasil evaluasi akuntablitas kinerja internal.
13
PERENCANAAN KINERJA
30
0
a
Dokumen Perencanaan kinerja telah tersedia
6
AA
"Belum diisi"
"Belum diisi"
"Belum diisi"
6
0
0
0
Kriteria
1
Terdapat pedoman teknis perencanaan kinerja.
2
Terdapat dokumen perencanaan kinerja jangka panjang.
3
Terdapat dokumen perencanaan kinerja jangka menengah.
4
Terdapat dokumen perencanaan kinerja jangka pendek.
5
Terdapat dokumen perencanaan aktivitas yang mendukung kinerja.
6
Terdapat dokumen perencanaan anggaran yang mendukung kinerja.
b
Dokumen Perencanaan kinerja telah memenuhi standar yang baik, yaitu untuk mencapai hasil, dengan ukuran kinerja yang SMART, menggunakan penyelarasan (cascading) disetiap level secara logis, serta memperhatikan kinerja bidang lain (crosscutting)
9
AA
"Belum diisi"
"Belum diisi"
"Belum diisi"
9
0
0
0
Kriteria
1
Dokumen Perencanaan Kinerja telah diformalkan.
2
Dokumen Perencanaan Kinerja telah dipublikasikan tepat waktu.
3
Dokumen Perencanaan Kinerja telah menggambarkan Kebutuhan atas Kinerja sebenarnya yang perlu dicapai.
4
Kualitas Rumusan Hasil (Tujuan/Sasaran) telah jelas menggambarkan kondisi kinerja yang akan dicapai.
5
Ukuran Keberhasilan (Indikator Kinerja) telah memenuhi kriteria SMART.
6
Indikator Kinerja Utama (IKU) telah menggambarkan kondisi Kinerja Utama yang harus dicapai, tertuang secara berkelanjutan (sustainable - tidak sering diganti dalam 1 periode Perencanaan Strategis).
7
Target yang ditetapkan dalam Perencanaan Kinerja dapat dicapai (achievable), menantang, dan realistis.
8
Setiap Dokumen Perencanaan Kinerja menggambarkan hubungan yang berkesinambungan, serta selaras antara Kondisi/Hasil yang akan dicapai di setiap level jabatan (Cascading).
9
Perencanaan kinerja dapat memberikan informasi tentang hubungan kinerja, strategi, kebijakan, bahkan aktivitas antar bidang/dengan tugas dan fungsi lain yang berkaitan (Crosscutting).
10
Setiap unit/satuan kerja merumuskan dan menetapkan Perencanaan Kinerja.
11
Setiap pegawai merumuskan dan menetapkan Perencanaan Kinerja.
c
Perencanaan Kinerja telah dimanfaatkan untuk mewujudkan hasil yang berkesinambungan
15
A
"Belum diisi"
"Belum diisi"
"Belum diisi"
13.5
0
0
0
Kriteria
1
Anggaran yang ditetapkan telah mengacu pada Kinerja yang ingin dicapai.
2
Aktivitas yang dilaksanakan telah mendukung Kinerja yang ingin dicapai.
3
Target yang ditetapkan dalam Perencanaan Kinerja telah dicapai dengan baik, atau setidaknya masih on the right track.
4
Rencana aksi kinerja dapat berjalan dinamis karena capaian kinerja selalu dipantau secara berkala.
5
Terdapat perbaikan/penyempurnaan Dokumen Perencanaan Kinerja yang ditetapkan dari hasil analisis perbaikan kinerja sebelumnya.
6
Terdapat perbaikan/penyempurnaan Dokumen Perencanaan Kinerja dalam mewujudkan kondisi/hasil yang lebih baik.
7
Setiap unit/satuan kerja memahami dan peduli, serta berkomitmen dalam mencapai kinerja yang telah direncanakan.
8
Setiap Pegawai memahami dan peduli, serta berkomitmen dalam mencapai kinerja yang telah direncanakan.
14
PENGUKURAN KINERJA
30
0
a
Pengukuran Kinerja telah dilakukan
6
AA
"Belum diisi"
"Belum diisi"
"Belum diisi"
6
0
0
0
Kriteria
1
Terdapat pedoman teknis pengukuran kinerja dan pengumpulan data kinerja.
2
Terdapat Definisi Operasional yang jelas atas kinerja dan cara mengukur indikator kinerja.
3
Terdapat mekanisme yang jelas terhadap pengumpulan data kinerja yang dapat diandalkan.
b
Pengukuran Kinerja telah menjadi kebutuhan dalam mewujudkan Kinerja secara Efektif dan Efisien dan telah dilakukan secara berjenjang dan berkelanjutan
9
A
"Belum diisi"
"Belum diisi"
"Belum diisi"
8.1
0
0
0
Kriteria
1
Pimpinan selalu teribat sebagai pengambil keputusan (Decision Maker) dalam mengukur capaian kinerja.
2
Data kinerja yang dikumpulkan telah relevan untuk mengukur capaian kinerja yang diharapkan.
3
Data kinerja yang dikumpulkan telah mendukung capaian kinerja yang diharapkan.
4
Pengukuran kinerja telah dilakukan secara berkala.
5
Setiap level organisasi melakukan pemantauan atas pengukuran capaian kinerja unit dibawahnya secara berjenjang.
6
Pengumpulan data kinerja telah memanfaatkan Teknologi Informasi (Aplikasi).
7
Pengukuran capaian kinerja telah memanfaatkan Teknologi Informasi (Aplikasi).
c
Pengukuran Kinerja telah dijadikan dasar dalam pemberian Reward dan Punishment, serta penyesuaian strategi dalam mencapai kinerja yang efektif dan efisien
15
A
"Belum diisi"
"Belum diisi"
"Belum diisi"
13.5
0
0
0
Kriteria
1
Pengukuran Kinerja telah menjadi dasar dalam penyesuaian (pemberian/pengurangan) tunjangan kinerja/penghasilan.
2
Pengukuran Kinerja telah menjadi dasar dalam penempatan/penghapusan Jabatan baik struktural maupun fungsional.
3
Pengukuran kinerja telah mempengaruhi penyesuaian (Refocusing) Organisasi.
4
Pengukuran kinerja telah mempengaruhi penyesuaian Strategi dalam mencapai kinerja.
5
Pengukuran kinerja telah mempengaruhi penyesuaian Kebijakan dalam mencapai kinerja.
6
Pengukuran kinerja telah mempengaruhi penyesuaian Aktivitas dalam mencapai kinerja.
7
Pengukuran kinerja telah mempengaruhi penyesuaian Anggaran dalam mencapai kinerja.
8
Terdapat efisiensi atas penggunaan anggaran dalam mencapai kinerja.
9
Setiap unit/satuan kerja memahami dan peduli atas hasil pengukuran kinerja.
10
Setiap pegawai memahami dan peduli atas hasil pengukuran kinerja.
15
PELAPORAN KINERJA
15
0
a
Terdapat Dokumen Laporan yang menggambarkan Kinerja
3
B
"Belum diisi"
"Belum diisi"
"Belum diisi"
2.1
0
0
0
Kriteria
1
Dokumen Laporan Kinerja telah disusun.
2
Dokumen Laporan Kinerja telah disusun secara berkala.
3
Dokumen Laporan Kinerja telah diformalkan.
4
Dokumen Laporan Kinerja telah direview.
5
Dokumen Laporan Kinerja telah dipublikasikan.
6
Dokumen Laporan Kinerja telah disampaikan tepat waktu.
b
Dokumen Laporan Kinerja telah memenuhi Standar menggambarkan Kualitas atas Pencapaian Kinerja, informasi keberhasilan/kegagalan kinerja serta upaya perbaikan/penyempurnaannya
4.5
CC
"Belum diisi"
"Belum diisi"
"Belum diisi"
2.7
0
0
0
Kriteria
1
Dokumen Laporan Kinerja disusun secara berkualitas sesuai dengan standar.
2
Dokumen Laporan Kinerja telah mengungkap seluruh informasi tentang pencapaian kinerja.
3
Dokumen Laporan Kinerja telah menginfokan perbandingan realisasi kinerja dengan target tahunan.
4
Dokumen Laporan Kinerja telah menginfokan perbandingan realisasi kinerja dengan target jangka menengah.
5
Dokumen Laporan Kinerja telah menginfokan perbandingan realisasi kinerja dengan realisasi kinerja tahun-tahun sebelumnya.
6
Dokumen Laporan Kinerja telah menginfokan perbandingan realisasi kinerja dengan realiasi kinerja di level nasional/internasional (Benchmark Kinerja).
7
Dokumen Laporan Kinerja telah menginfokan kualitas atas capaian kinerja beserta upaya nyata dan/atau hambatannya.
8
Dokumen Laporan Kinerja telah menginfokan efisiensi atas penggunaan sumber daya dalam mencapai kinerja.
9
Dokumen Laporan Kinerja telah menginfokan upaya perbaikan dan penyempurnaan kinerja ke depan (Rekomendasi perbaikan kinerja).
c
Pelaporan Kinerja telah memberikan dampak yang besar dalam penyesuaian strategi/kebijakan dalam mencapai kinerja berikutnya
7.5
CC
"Belum diisi"
"Belum diisi"
"Belum diisi"
4.5
0
0
0
Kriteria
1
Informasi dalam laporan kinerja selalu menjadi perhatian utama pimpinan (Bertanggung Jawab).
2
Penyajian informasi dalam laporan kinerja menjadi kepedulian seluruh pegawai.
3
Informasi dalam laporan kinerja berkala telah digunakan dalam penyesuaian aktivitas untuk mencapai kinerja.
4
Informasi dalam laporan kinerja berkala telah digunakan dalam penyesuaian penggunaan anggaran untuk mencapai kinerja.
5
Informasi dalam laporan kinerja telah digunakan dalam evaluasi pencapaian keberhasilan kinerja.
6
Informasi dalam laporan kinerja telah digunakan dalam penyesuaian perencanaan kinerja yang akan dihadapi berikutnya.
7
Informasi dalam laporan kinerja selalu mempengaruhi perubahan budaya kinerja organisasi.
16
EVALUASI AKUNTABILITAS KINERJA INTERNAL
25
0
a
Evaluasi Akuntabilitas Kinerja Internal telah dilaksanakan
5
BB
"Belum diisi"
"Belum diisi"
"Belum diisi"
4
0
0
0
Kriteria
1
Terdapat pedoman teknis Evaluasi Akuntabilitas Kinerja Internal.
2
Evaluasi Akuntabilitas Kinerja Internal telah dilaksanakan pada seluruh unit kerja/perangkat daerah.
3
Evaluasi Akuntabilitas Kinerja Internal telah dilaksanakan secara berjenjang.
b
Evaluasi Akuntabilitas Kinerja Internal telah dilaksanakan secara berkualitas dengan Sumber Daya yang memadai
7.5
B
"Belum diisi"
"Belum diisi"
"Belum diisi"
5.25
0
0
0
Kriteria
1
Evaluasi Akuntabilitas Kinerja Internal telah dilaksanakan sesuai standar.
2
Evaluasi Akuntabilitas Kinerja Internal telah dilaksanakan oleh SDM yang memadai.
3
Evaluasi Akuntabilitas Kinerja Internal telah dilaksanakan dengan pendalaman yang memadai.
4
Evaluasi Akuntabilitas Kinerja Internal telah dilaksanakan pada seluruh unit kerja/perangkat daerah.
5
Evaluasi Akuntabilitas Kinerja Internal telah dilaksanakan menggunakan Teknologi Informasi (Aplikasi).
c
Implementasi SAKIP telah meningkat karena evaluasi Akuntabilitas Kinerja Internal sehingga memberikan kesan yang nyata (dampak) dalam efektifitas dan efisiensi Kinerja
12.5
A
"Belum diisi"
"Belum diisi"
"Belum diisi"
11.25
0
0
0
Kriteria
1
Seluruh rekomendasi atas hasil evaluasi akuntablitas kinerja internal telah ditindaklanjuti.
2
Telah terjadi peningkatan implementasi SAKIP dengan melaksanakan tindak lanjut atas rerkomendasi hasil evaluasi akuntablitas Kinerja internal.
3
Hasil Evaluasi Akuntabilitas Kinerja Internal telah dimanfaatkan untuk perbaikan dan peningkatan akuntabilitas kinerja.
4
Hasil dari Evaluasi Akuntabilitas Kinerja Internal telah dimanfaatkan dalam mendukung efektifitas dan efisiensi kinerja.
5
Telah terjadi perbaikan dan peningkatan kinerja dengan memanfaatkan hasil evaluasi akuntablitas kinerja internal.